Rabu, 30 Maret 2016

Mengapa sekarang saya gampang sakit ?


Menjenguk Orang Sakit - DPC PKS Sumbersuko Lumajang


Dalam perbincangan harian di klinik sering sekali para pasien atau keluarga pasien yang melontarkan pertanyaan senada seperti ini :
  1. Mengapa ya sekarang saya gampang merasa tidak enak badan padahal tiap hari saya minum/supplemen
  2. IBU saya rutin berobat ke dokter, sampai saat ini masih konsumsi obat, tapi sekarang ga seperti dulu. Kayaknya kesehatannya making turun.
  3. Obat hipertensinya terus saya minum.  tapi kenapa dosisnya sekarang ditambah lagi, apa GA bahaya buat tubuh saya ?
  4. Saya disuruh minum obat jantungnya seumur hidup ? Padahal saya sudah bosan minum obat.
  5. Sekarang obatnya sudah ganti lagi…., Karena lambung saya GA kuat !
Keluhan serupa kerap muncul, dan secara tersirat menyembunyikan kebingungan di diri pasien Dan keluarganya.
What happen, Aya Naon ? (Kalau kata Bu Hebring )
Yang menciptakan kita Zat Yang Maha Sempurna, telah men design diri kita lengkap dengan sistem yang apabila kita jaga maka akan memelihara kualitas kehidupan kita sesuai tujuan yang men design. Kekuatan tubuh kita memiliki energi hidup, yang dalam istilah Kedokteran Tiongkok disebut (Cheng Qi), di lain pihak ada faktor faktor yang berpotensi menyebabkan ketidakseimbangan Qi (Faktor Patologi), ketidaklancaran Qi, bahkan penurunan level Qi. Interaksi antara Energi Hidup (Cheng Qi) Dan Faktor Patologi inilah yang akan menghasilkan kondisi SEHAT atau SAKIT.
Selama ini konsep pengobatan kita lebih fokus kepada tindakan “membunuh penyakit”, mengobati keluhan, berorientasi instant, dan ini sudah melekat di pikiran bawah sadar sebagian besar masyarakat.
Saat usia bertambah Energi Hidup kita pun ikut menurun. Yang dulu tubuh kita bisa mentolerir limbah kimia yang berasal Dari makanan Dan obat obatan kimia, saat ini tumpukan limbah itu berbalik menjadi beban yang membutuhkan energi untuk memprosesnya. Akhirnya Energi Hidup kita yang sudah menurun itu menanggung 2 beban, pertama kita perlu energi untuk menjalankan kehidupan, kedua kita pun butuh energi untuk memproses sampah tubuh kita. Akhirnya fenomena yang muncul Obatnya terus diminum tapi kualitas kehidupan menurun dengan drastis, ditandai dengan penurunan fungsi organ. Ginjal, Jantung, Lever, Lambung DLL. Fenomena selanjutnya orang semakin bertambah umur identik dengan penyakit hipertensi, Asam urat Diabetes Dan sejumlah nama penyakit yang belakangan muncul akibat penurunan fungsi Organ.
Logika sederhananya kalau organ sudah menurun, apakah kita masih sibuk dengan obat yang ‘berorientasi membunuh musuh”, atau kita membantu tubuh Dengan memelihara / menguatkan Energi Hidup, membantu keseimbangan energi Dan melancarkan saluran energi ???
Inilah esensi Terapi Akupuntur YANG BENAR, Melancarkan Jalur Energi, Menguatkan Energi Hidup Dan Menjaga Keseimbangannya (Yin Dan Yang)
SEHAT = CHENG QI LEBIH DOMINAN DARIPADA FAKTOR PATOLOGIS

Sabtu, 12 Maret 2016

Seni Pengobatan Akupunktur


Pengobatan Tusuk Jarum atau dikenal dengan sebutan Akupunktur adalah metoda Pengobatan yang sudah sangat lama dipraktekan di masyarakat Tiongkok pada awalnya dan  kemudian berkembang ke seluruh Dunia hingga sampai ke Indonesia tahun 1963.

Di Negeri asalnya Praktek Pengobatan ini dilakukan dengan dengan sangat serius dan penuh penghayatan. Bukan sekedar sekedar proses pengobatan fisik, tetapi sangat kental dengan pengelolaan psikis para pasien nya. Mereka melakukannya dengan penuh keyakinan bahwa saat mereka bisa mengharmoniskan energi / Qi maka fenomena sehat akan mereka dapatkan, saat tubuh seimbang maka sistem homeostatis akan berkerja melindungi tubuh dari berbagai ancaman yang datang dari luar maupun dari dalam tubuh.

Kita bisa melihat di YOUTUBE bagaimana para praktisi Akupunktur di China melakukan praktek dengan sangat tekun, Saat Pasien datang mereka praktekan SOP BAKU dari mulai 4 Cara Pemeriksaan khas TCM, dari hasil pemeriksaan mereka melakukan analisa dengan seperangkat Teori DASAR , mulai Teori YIN dan YANG (Teori Keseimbangan), Teori CANG FU (Teori Organ menurut TCM), Materi DAsar Tubuh, U Xing (Teori Peregerkan 5 Unsur, Teori Cang Xiang (Fenomena Organ), Teori Meridian, Teori Penyebab Penyakit menurut TCM, danlain lain teori pendukung untuk menegakan DIAGNOSA. Data hasil 4 cara pemeriksaan ini digolongkan ke dalam 8 Dasar Diagnosa , lalu digolongkan ke dalam Penggolongan Sindrome untuk menghasilkan Diagnosa Kerja, Menentukan Cara Pengobatan, dan Perjalanan Penyakit (Prognosis)

Dari Proses Analisa Data seorang akpunkturis dapat menentukan Root Cause dan Simptom penyakita yang di derita pasien. Sehingga dalam Proses terapi dapat ditentukan apakah melakukan terapi pada Root Cause nya terlebih dahulu, baru simptomnya, atau sebaliknya. Disinilah seninya pengobatan Akupunktur, dari pengalaman dan kondisi terkini yang diderita Pasien seorang akupunkturis menentukan strategi terapi, durasi , frekuensi dan hal hal ain yang menunjang terhadap keberhasilan terapi.

Ada hal yang menarik dalam terapi akupunktur yang bersifat holistik ini. terkadang seorang pasien merasa heran, setelah beberapa kali terapi ada keluhan yang sebenarnya tidka ia sampaikan ke akupunkturis, tetapi keluhanin sudah menghiilang atau berkurang. Begitulah sifat holistik akupunktur, terapi ini tidak membunuh penyakit,sehingga tidak terlalu penting dengan penamaan penyakit ala pengobatan barat, yang penting adalah bagaimana soerang akupunkturis mengindetifikasi kelainan pasiennya, untuk kemudian membantu sistem tubuh untuk kembali bekerja sempurna/ seimbang.
Konsep sehat ala TCM adalah tercapainya kondisi seimbang dan harmonis dari sirkulasi enerdi (Bio energi) yang pada akhirnya akan mewujudkan keharmonisan kinerja sistem tubuh.

Kecintaan mereka kepada pengobatan ini , mereka wujudkan dengan terus menambah ilmu dan jam terbang, karena mereka sadar kompleksitas hidup ini akan melahirkan penyakit yang jauh lebih kompleks dari penyakit-penyakit yang muncul di masa lalu.



    

Sabtu, 05 Maret 2016

Gastro Esophageal Reflux Disease (GERD)



GASTRO ESOPHAGEAL REPLUX DESEASE (GERD)
Penyakit asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah masalah yang cukup umum terjadi di masyarakat. Kondisi ini disebabkan oleh naiknya asam lambung menuju esofagus (kerongkongan) dan menimbulkan nyeri pada ulu hati atau sensasi terbakar di dada.
Dalam Akupunktur Dan Moksibasi, penyakit yang mirip GERD ini antara lain :
1. Borborygmus (Cao CA), Jenis ini di sebut juga Gnawing Hunger atau "perut keroncongan". Keadaan ini seeing disertai sendawa, rasa penuh dalam perut, Dan rasa asam yang berasal dari makanan/cairan lambung.
2. Regurgitasi Makanan,  yaitu kondisi dimana makanan/ciaran setengah cerna berbalik. Biasanya terjadi 1/2 jam setelah makan. Rasa kelelahan menjadi salah satu pemicu terjadinya regurgitasi. Yup
3. Dysphagia (Ye GE) adalah kondisi dimana kita tidak mampu menelan. Sepertinya makanan terhenti diantara kerongkongan dan diafragma.
4. Cegukan (E NI) atau Hicup adalah terjadi Karena kontraksi diaphragma dan tidak disertai muntah atau regurgitasi
5. Regurgutasi Asam (Tun Suan) Kondisi dimana terjadinya regurgitasi sebelum makanan tertelan, jadi ada pengeluaran cairan asam.
6. Muntah Asam yaitu kondisi dimana terjadi muntah Adam secara tiba tiba, tetapi berbeda dengan regurgitasi asam.




Meskipun masalah. GERD cukup kompleks namun dari aspek etiologi dapat dibedakan sebagai berikut ;
1. Stress Emotional ; stress emotional dapat menyebabkan Stagnasi Qi, tertahannya lendir dan keadaan defisiensi.
2. Diet tidak beraturan. Ketidakteraturan makan menyebabkan stagnasi Qi dalam lambung
3. Bekerja berlebihan dan terlalu capai (overworks). Hal ini menyebabkan defisiensi Qi Lambung, yang menyebabkan Qi Lambung lambat mengalir Dan akan mrmpengaruhi Qi Lambung, Ginjal, dan Limpa.

Setelah dilakukan diagnosa, seorang akupunturis dapat merencanakan tahan terapi, frekuensi da durasinya. Prinsip utama terapi adalah bagaimana melakukan harmonisasi energi diantara organ organ terkait. Dengan harmonis tubuh akan kembali memuliki sistem homeostasis, yang mampu mengendalikan seluruh mekanisme kerja sistem organ dalam keadaan normal.

Senin, 29 Februari 2016

5 Cairan Tubuh Cermin Kondisi Organ


Dalam Teori Pengobatan Timur dikenal dengan teori Cang Xiang. Teori ini mengatakan bahwa kondisi Organ Tubuh yang ada dibdalam (tidak kelihatan dengan mata telanjang) dapat diketahui dengan Cara mengamati fenomena yang muncul di luar tubuh sebagai perwujudan sehat tidaknya organ tubuh. Salah satu yang dapat kita Amati adalah cairan tubuh.

Ada 5 Cairan tubuh yang dapat kita Amati yaitu :
1. Keringat, adalah cairan tubuh daruiHT (Jantung) yang diekspresikan lewat pori pori oleh YANG Qi. Kekurangan YANG Jantung menyebabkan oligohidrosis sebaliknya kelebihan YANG Jantung menyebabkan hiperhidrosis

2. Snivel adalah cairan kental yang keluar dari hidung untuk melumasi nostril/lubang hidung. Bila Qi Paru Paru gagal menyebar maka terjadilah ingus bercucuran, dan bila API Pari Paru menyerang cairan tubuh lubang hiding dan nostril menjadi kering.

3. Airmata melumasi Mata Karena Mata merupakan kesatuan kerja Lever maka air Mata merupakan cairan tubuh Lever bila ada angin panas ( wind heat ) didalam Lever keluarlah air Mata.  Dan bila yin - Lever berkurang Mata menjadi kering atau air Mata kental .    
       
4 . Air liur adalah bagian dari cairan mulut. Bila Limpa lemah terjadilah hipersalivasio, dan bila yin - Limpa kurang maka mulut menjadi kering dan saliva kental .

5 . Spittle merupakan bagian kental air liur yang berfungsi melumasi bibir - mulut - lidah. Berbeda dengan saliva yang di hasilkan di dalam sudut mulut sedangkan spittle di hasilkan di bawah lidah . Karena bagian bawah lidah berhubungan dengan meridian Ginjal maka spittle merupakan cairan tubuh dari Ginjal yaitu saripati - Ginjal. Bila saripati Ginjal lemah , spittle menjadi kental atau/lekat sehingga mulut menjadi kering.

Dengan dasar ini seorang akupunturis mampu melakukan terapi dengan hasil yang significant walaupun tidak melakukan uji media seperti endoscopi, colloncopi, EEG, EKG dll, Namun pengujian klinis sebelum dan sesudah menjalani tetapi tentu bisa lebih meyakinkan terhadap hasil terapi.

Minggu, 06 September 2015

Berapa kali saya harus akupuntur?

Pertanyaa ini kerap kali diajukan oleh pasien yang pertama kali berobat ke klinik. Ada kesan si pasien ingin satu kepastian datang ke tempat yang dapat menjamin kesembuhan, tidak berlama lama berobat, kalau perlu sekali berobat langsung sembuh. Wajar saja pertanyaan seperti itu, karena memang saat ini yang ada di benak kita serba instan!!!, termasuk dalam berobat ingin yang instan.
Kalau kita amati sebenarnya semua harus tunduk pada aturan, menyesuaikan pada kaidah Teratur Berirama Berkala Daur Ulang (TBBD)
Seorang yg sakit mengalami tahapan sakit, dari mulai penurunan imunitas tubuh sampai tubuh nya benar benar "kalah" oleh serbuan penyakit. Begitu pula dalam penyembuhan ada proses, kecepatan proses tergantung pada beberapa hal antara lain. Lamanya penyakit diderita, perjalanan penyakit, apakah masih di meridian/ jalur energi atau sudah ke organ, persepsi pasien terhadap sakit pun sangat menentukan, namun demikian semuanya bisa kita amati dari fenomena organ yang muncul ke permukaan. Jadi tidak ada ketentuan/ kepastian berapa kali seseorang harus terapi, terlalu banyak variabel bahkan yg belum kita ketahui. Namun sebagai gambaran, untuk sakit yang baru dibawah 1 bulan dan bukan penyakit degeneratif seperti diabetes, pengobatan sdh terlihat hasil pada terapi ke 2 atau 3, untuk penyakit degeneratif seperti diabetes , tetapi pasca stroke bisa lebih dari 1 seri (10 kali) terapi.